Plafon gypsum jadi salah satu material yang sangat dibutuhkan ketika sedang membangun ataupun merenovasi rumah. Sebab, material ini memang berperan penting dalam keamanan sekaligus kenyamanan sebuah hunian.
Namun tahukah Anda, penerapan plafon gypsum dalam proyek pembangunan rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. Apalagi, material ini juga membutuhkan perawatan berkala agar rumah tetap terasa nyaman dan jauh dari segala bentuk kerusakan maupun suasana lembap yang mengganggu.
Bukan itu saja, plafon berkualitas buruk juga bisa mengakibatkan bangunan lebih cepat roboh. Terutama jika Anda menggunakan plafon gypsum abal-abal ataupun murahan.
Mengetahui segala penyebab plafon gypsum mengalami kerusakan
Bicara soal plafon gypsum, pernahkah Anda merasa was-was hanya karena plafon di rumah terlihat mengalami keretakan? Seperti yang diketahui, keretakan bisa jadi pertanda bahwa plafon tersebut mulai kehilangan kemampuan dalam menopang beban di atasnya.
Lantas, apa saja sih penyebab dari plafon gypsum yang gampang retak ataupun roboh selain dari kelembapan udara di dalam ruangan itu sendiri?
Benarkah, menggunakan produk plafon gypsum yang dijual dengan harga murah merupakan pilihan salah?
Penasaran seperti apa jawaban dari kedua jawaban yang sering terlontar tersebut di atas? Jika iya, coba deh Anda intip dulu informasi berikut ini.
Plafon gypsum bukan material tahan air
Penyebab pertama mengapa plafon gypsum yang Anda gunakan gampang retak dan kemungkinan bisa roboh kapan saja adalah material ini tidak tahan air. Oleh sebab itu, jika Anda memilih untuk menggunakan plafon berbahan gypsum di suatu bangunan, pastikan saja bagian atapnya telah ditutup rapat. Dengan begitu, air hujan tak bisa menembus hingga plafon.
Pemasangan plafon gypsum dilakukan sembarangan
Penyebab selanjutnya yang bisa jadi pemicu plafon di rumah Anda gampang rusak dan retak adalah pemasangan tidak dilakukan dengan benar. Dengan kata lain, plafon gypsum dipasang tanpa menggunakan hitungan atau tumpang tindih tidak beraturan. Jika hal semacam ini terjadi, plafon bukan sekadar retak tapi bangunan bisa roboh dalam waktu singkat.
Sekrup yang dipasang pada plafon gypsum tidak kencang
Selain material yang tidak tahan air dan pemasangan yang kurang tepat, penyebab lain mengapa plafon gypsum gampang mengalami kerusakan adalah sekrup yang tidak kencang ataupun kendor. Inilah yang kemudian membuat plafon jadi renggang sampai akhirnya ambruk.
Oleh sebab itu, Anda harus memastikan sekrup di tiap plafon telah terpasang dengan benar. Pasalnya, sekrup-sekrup tersebut berfungsi merekatkan plafon dengan penyangga agar tidak gampang roboh.
Melakukan pemasangan plafon gypsum secara mandiri
Memasang plafon berbahan gypsum secara mandiri tanpa dibekali pengetahuan mumpuni juga bisa lho jadi penyebab kerusakan material satu ini. Untuk meminimalkan risiko kerusakan ataupun keamanan bangunan di kemudian hari, alangkah baiknya jika Anda melibatkan tenaga ahli pemasangan plafon tersebut.
Apabila Anda memasang sendiri, kemudian bangunan tiba-tiba roboh, maka sama saja Anda telah membuang waktu, tenaga, dan biaya karena harus memperbaiki plafon yang rusak.
Demikian tadi beberapa penyebab plafon gypsum gampang retak atau bahkan roboh. Bukan sekadar dilihat dari segi kelembapan saja, tetapi juga teknik pemasangan harus Anda perhatikan dengan seksama.
Bukan berarti Anda harus membeli material yang dibanderol dengan harga relatif mahal, ya! Sebab, ada banyak juga plafon berbahan gypsum yang dijual dengan harga terjangkau tapi tetap berkualitas unggulan. Kemudian, pastikan juga pemasangannya melibatkan tenaga ahli yang memang berpengalaman supaya bangunan tidak gampang roboh. Ingat, suatu hunian merupakan cerminan dari karakter sang pemilik.