Sederet Perbedaan Antara Plafon Gypsum dan Kalsiboard yang Perlu Diketahui

Tak sedikit orang yang bertanya-tanya, apa sih perbedaan antara plafon gypsum dan kalsiboard. Pasalnya, kedua jenis material ini memang cukup populer di kalangan masyarakat tetapi agak sulit dibedakan jika tidak diperhatikan secara seksama.

Seperti yang kita ketahui, pekerjaan plafon untuk suatu bangunan seringkali melibatkan banyak material. Mulai dari gypsum, kalsiboard, multiplek, eternit, shunda plafon, GRC, dan lain sebagainya. Namun dari semua material tersebut, kalsiboard dan plafon gypsum yang paling sering digunakan meski keduanya memiliki keunggulan masing-masing.

Memang tak bisa dipungkiri jika plafon jadi bagian paling penting dari desain interior suatu bangunan. Sebab, plafon dinilai mampu memberikan kesan tersendiri terhadap keseluruhan bangunan.

Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian besar bangunan komersil di Indonesia, seperti rumah sakit hingga hotel selalu menggunakan plafon gypsum. Alasannya sangat sederhana, yaitu lebih rapi dengan permukaan yang jauh lebih halus.

Namun tetap saja, ada perbedaan jenis gypsum yang digunakan untuk area kering dan basah seperti kamar mandi. Salah satunya adalah jenis gypsum water resistance atau WR sehingga material jauh lebih awet meski terkena paparan air.

Kelebihan dan kekurangan plafon gypsum

Seperti yang telah dijelaskan di atas, plafon berbahan dasar gypsum memiliki sejumlah kelebihan dan juga kekurangan, di antaranya sebagai berikut:

Kelebihan gypsum

  • Plafon berbahan gypsum cenderung lebih halus dan rapi sehingga terlihat lebih estetik.
  • Mudah dibentuk, seperti misalnya dome, drop ceiling, hingga cuve.
  • Perbaikan dan perawatannya jauh lebih mudah. apabila ada bagian plafon yang mengalami kerusakan, Anda tak perlu menggantinya dalam bentuk satu lembar. Andai cukup mengganti bagian yang mengalami kerusakan sesuai kebutuhan, setelah itu rapikan dengan compound.
  • Proses pemasangan gypsum lebih cepat dibandingkan jenis plafon lain.
  • Plafon gypsum banyak dijual di pasaran.
  • Bisa dipasang menggunakan kayu ataupun besi hollow.

Kekurangan gypsum

  • Gypsum tidak tahan air, tetapi ada jenis yang cukup kedap terhadap air. Jenis plafon ini biasanya dilengkapi dengan label water resistance.
  • Gampang kusam dan berjamur ketika dipasang pada ruangan yang basah ataupun lembap.
  • Gampang rusak jika terbentur.

Kelebihan dan kekurangan kalsiboard

Jika sebelumnya Anda sudah cukup mengetahui soal kelebihan dan kekurangan plafon gypsum, maka selanjutnya tentang kalsiboard untuk dijadikan bahan pertimbangan. Sebenarnya, kalsiboard adalah material plafon untuk bangunan seperti rumah tinggal. Sebab, kalsiboard dinilai lebih murah dan awet.

Perbedaan paling mencolok antara kalsiboard dan plafon gypsum ini sebenarnya ada pada ketahanannya terhadap air. Jadi bisa dipastikan, nyaris semua produk kalsiboard selalu tahan air ketimbang gypsum. Nah, berikut ini ulasan selengkapnya mengenai kelebihan dan kekurangan kalsiboard.

Kelebihan kalsiboard

  • Kalsiboard bebas dari bahan asbes sehingga lebih aman bagi kesehatan seluruh penghuni rumah Anda. Ini juga yang membuat material kalsiboard jauh dari kata getas.
  • Ketebalannya sangat variatif, yaitu antara 3 mm hingga 20 mm.
  • Proses penyambungan cenderung lebih mudah. Sebab, kalsiboard dibuat dengan recessed atau bagian tepi yang jauh lebih tipis sehingga tidak terlalu membutuhkan banyak compound.
  • Kalsiboard sangat lentur sehingga bisa digunakan pada berbagai desain plafon, terutama plafon lengkung.

 Kelemahan kalsiboard

  • Material kalsiboard memiliki kelemahan berupa nilai kembang susut yang cukup tinggi sehingga gampang mengalami retak rambut. Ketika musim hujan datang, material ini akan mengembang, sedangkan saat kemarau cenderung menyusut.
  • Ketika sambungan nat dibuat kurang sempurna, maka kemungkinan munculnya retak rambut jadi lebih besar pada area sambungan tersebut.
  • Kalsiboard membutuhkan susunan rangka yang kuat dan kokoh.

Demikian tadi beberapa perbedaan antara plafon gypsum dan kalsiboard yang perlu Anda ketahui. Selain perbedaan dari kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kedua material tersebut juga bisa dibedakan dari bahan pembuatnya.

Gypsum dibuat dari bubuk atau casting gypsum yang lembut layaknya semen dan berwarna putih. Kemudian dicampur dengan bahan lain bernama roving yang fungsinya sebagai penguat. Bentuk akhir dari gypsum ini seperti serat tetapi cukup panjang. Sementara kalsiboard dibuat dari bahan dasar semen, pasir silica, dan serat selulosa. Semoga bermanfaat, ya!