Jangan Asal Pilih, Ini Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan

 

Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan
Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan

Kelebihan dan Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan – Rangka atap baja ringan sedang hangat diperbincangkan karena keunggulannya dalam suatu konstruksi bangunan. Namun, tahukah Anda bahwa rangka atap jenis ini memiliki sejumlah kekurangan yang ternyata cukup membahayakan.

Seperti yang kita ketahui bersama, rumah adalah tempat berlindung dan beristirahat. Oleh sebab itulah, memilih bahan terbaik untuk membangun rumah bukan perkara mudah. Anda harus bisa memastikan semua bahan yang digunakan aman dan kuat. Tak sekadar melindungi tapi juga tahan lama seiring berjalannya waktu.

Rangka atap baja ringan merupakan salah satu teknologi terbaru di bidang konstruksi bangunan, terutama rumah. Banyak orang menilai, bahan satu ini lebih unggul ketimbang kayu ataupun atap baja konvensional. Pasalnya, meski berbobot ringan tapi atap baja satu ini sangat kuat.

Meski demikian, rangka atap baja ringan ternyata memiliki beberapa kekurangan. Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda.

Kelebihan Rangka Atap Baja Ringan Untuk Bangunan

Sebelum mengulas apa saja kekurangan atap baja satu ini, mari kita bahas dulu berbagai kelebihannya.

  1. Bersifat kuat dan awet untuk jangka panjang

Jangan pernah terkecoh dengan bahan satu ini. Sebab, meskipun tergolong ringan tapi atap baja jenis ini sangat kuat. Materialnya pun anti-karat dan tahan terhadap berbagai cuaca ekstrem. Dengan demikian, jenis atap ini bisa melindungi bangunan rumah secara maksimal.

Kualitas bahan rangka atap baja ringan juga telah disempurnkan sehingga lebih awet ketimbang atap kayu yang mudah keropos atau diserang rayap. Ada juga atap baja konvensional yang tak lebih baik karena mudah berkarat.

  1. Rangka atap baja ringan mudah dipasang

Atap baja ini memiliki bobot sekitar ± 9 kilogram per meter persegi yang mudah untuk dipasang sendiri. Tentu saja, kelebihan ini menguntungkan Anda karena bisa menghemat biaya jasa pemasangan dan juga waktu.

Selain itu, atap baja ini memiliki sistem sambungan yang cenderung mudah. Sambungkan saja tiap rangkanya dengan sekrup ataupun baut besi. Bahkan, Anda juga bisa menggunakan keling dan las.

  1. Mudah disambung sekaligus dibentuk sesuai keinginan

Setiap orang sudah pasti memiliki rumah impiannya masing-masing. Namun terkadang, impian itu sulit diwujudkan karena rancangan desain yang rumit.

Kini, Anda tak perlu khawatir. Ada rangka atap baja super ringan yang bisa lebih memudahkan impian itu terwujud. Sebab, baja ringan gampang dipotong sekaligus dibentuk mengikuti bentuk atap yang diinginkan.

Setelah dipasang, rangka baja ini bisa Anda sambung dengan jenis atap lain menggunakan material penghubung baja yang mudah ditemukan.

  1. Bisa dimanfaatkan menjadi fondasi rumah

Siapa sangka, sisa baja ringan yang tidak terpakai justru bisa dimanfaatkan untuk bagian lain dalam suatu konstruksi rumah. Anda hanya perlu melelehkan material tersebut sebelum dibentuk menjadi bahan bangunan lain ataupun tambahan fondasi rumah.

  1. Memiliki tegangan tarik cukup tinggi

Selain kuat, ternyata atap baja ini juga lebih lentur dibanding jenis atap lainnya. Kelenturan rangka pada atap rumah memiliki peranan penting. Pasalnya, semakin besar tegangan tarik yang dihasilkan, maka semakin besar pula energi yang terserap.

Tegangan tarik baja ringan bisa dikatakan cukup tinggi, yaitu sekitar 550 Mpa. Sementara, atap baja konvensional hanya mencapai 300 Mpa saja.

Kekurangan Rangka Atap Baja Ringan

Setelah mengetahui segala kelebihan dari atap baja jenis ringan ini, tak ada salahnya juga jika Anda tahu apa saja kekurangannya untuk dijadikan bahan pertimbangan.

  1. Harganya jauh lebih mahal

Tak heran jika harga rangka atap baja ringan jauh lebih mahal karena memang kualitas dan segala keunggulannya yang telah teruji dengan baik. Jika Anda penasaran, baja ringan seperti ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 120 ribu per 6 sentimeter. Tentu saja, harga ini tergantung merek yang ditawarkan.

  1. Lebih mudah roboh jika teknik pemasangan salah

Umumnya, atap dari baja ringan seperti ini menggunakan bentuk layaknya jaring supaya atap yang dibangun bisa lebih kuat dan tahan lama. Namun, jaring dan kerangka ini bisa sangat berbahaya bila tidak dipasang dengan teknik yang benar.

Ketika membangun atap dari baja ringan, maka Anda harus tetap menghitung sekaligus mempertimbangkan sifatnya yang bisa memuai dan menyusut. Kegagalan saat menghitung beban konstruksi bagian atap rumah, tentu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan atap roboh.

  1. Tidak bisa diekspos

Tak seperti rangka kayu, atap baja ringan tidak bisa Anda buka sembarangan secara transparan. Hal ini disebabkan karena banyak faktor. Salah satunya adalah tampilan yang tidak rapi sehingga merusak estetika fasad bangunan rumah Anda.

Faktor lainnya adalah rangka baja yang terpapar cahaya matahari secara langsung justru menciptakan efek panas akibat penguapan pada besi. Jadi jangan heran, jika hampir semua rumah beratapkan baja ringan selalu ditutupi genteng atau kayu.

  1. Tampilan acak-acakan sehingga mengganggu keindahan

Ketahuilah, setiap struktur bangunan rumah harus mampu menampung beban atap yang berat. Semakin berat jenis penutup atapnya, maka teknik penyusunan yang digunakan juga harus semakin rapat.

Teknik ini biasa digunakan untuk menambah kekuatan fondasi rumah. Namun sayangnya, kerapatan rangka seperti ini justru merusak keindahan fasad.

Nah, demikian sedikit ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan rangka atap baja ringan yang perlu Anda ketahui dengan baik. Semoga panduan ini bermanfaat, ya!

Untuk konsultasi baja ringan jogja bisa melalui WA 081229418751