Atap baja ringan menjadi salah satu konstruksi paling populer di beberapa negara yang kerap mengalami bencana gempa, termasuk Indonesia. Pasalnya, material satu ini memang terbukti mampu menahan goncangan gempa sehingga bangunan tak gampang hancur atau roboh.
Namun, material tahan gempa seperti atap baja ringan ini masih perlu dibentuk dengan struktur bangunan mumpuni demi mengoptimalkan fungsinya. Percayalah, profil atap baja ringan yang dirakit dengan langkah semestinya bakal menghasilkan struktur bangunan tahan gempa untuk jangka waktu lama.
Keunggulan konstruksi yang dihasilkan profil atap baja ringan
Seperti yang telah disebutkan di atas, atap baja ringan adalah salah satu jenis material konstruksi kekinian yang cukup populer karena ketahanan dan keringanannya. Baja ringan kerap dijadikan material pengganti kayu maupun baja konvensional karena dinilai lebih murah, efisien, dan pastinya bebas rayap.
Baja ringan dibuat dari susunan lempeng profil baja berbobot ringan dengan sifat lentur apabila dibandingkan dengan rangka material lain. Jadi jangan heran, jika profil material satu ini dikenal sangat fleksibel dan praktis saat dipasang. Proses pemasangan rangka atap material baja ringan ini memang terbilang cepat, yaitu sekitar 4-5 hari saja jika dikerjakan lebih dari 3 orang tenaga ahli.
Walaupun memiliki bobot sangat ringan, yaitu sekitar 9 kg/m2, rangka bangunan atap baja ringan justru bisa mengurangi beban dari bangunan itu sendiri ketika terjadi guncangan seperti gempa.
Bukan itu saja, atap baja ringan dirancang sedemikian rupa untuk bisa menyokong bagian atas bangunan dengan baik. alhasil, atap yang memang rawan ambruk dan roboh jadi lebih stabil. Sebab, terdapat profil yang mampu menopang sekaligus membentuk atap tersebut.
Berbagai jenis profil atap baja ringan
Ketika Anda membeli material baja ringan, umumnya para produsen akan menyediakan semacam gambar kerja untuk dijadikan panduan pemasangan. Dengan demikian, proses pemasangan atap baja ringan tersebut bisa terkontrol sebagaimana mestinya.
Akan tetapi, setiap produsen juga menyediakan profil atap baja ringan dalam berbagai jenis, ukuran, dan bentuk. Oleh sebab itu, Anda harus teliti saat menentukan profil apa yang tepat guna menyusun konstruksi keseluruhan bangunan. Nah, demi mendapatkan komposisi rangka atap baja ringan terbaik dan tepat, Anda juga harus menyesuaikannya dengan desain bangunan itu sendiri.
Berikut ini ada beberapa profil rangka atap baja ringan paling umum diproduksi dan dijual di pasaranan.
Profil atap baja ringan jenis Z
Jenis baja ringan satu ini disebut dengan Z karena memang memiliki bentuk nyaris serupa huruf Z. Adapun fungsi dari profil atap baja ringan ini adalah profil utama penyambungan, khususnya pada struktur kuda-kuda rangka atap suatu bangunan. Titik berat profilnya tepat berada di bagian tengah. Dengan begitu, profil baja ringan yang dimaksud bisa lebih mudah menyeimbangkan sejumlah beban di sisi kanan maupun kiri.
Profil atap baja ringan jenis C dan jenis W
Bisa dikatakan, kedua profil jenis ini melengkapi keseluruhan fungsi dan kekuatan dari baja ringan jenis Z. Pasalnya, baja ringan jenis C dan W memiliki bentuk nyaris serupa. Namun, baja ringan W memiliki ukuran jauh lebih besar jika dibandingkan dengan baja ringan C.
Pada dasarnya, ketiga profil yang dimaksud memang dibuat untuk batang struktural dengan ketebalan antara 0,8 hingga 1 milimeter.
Profil atap baja ringan jenis B
Ketahuilah, bahwa susunan rangka atap yang menggunakan material baja ringan membutuhkan batang penahan tepat di bagian penutup atau reng. Nah, baja ringan jenis B ini sengaja dibuat dengan desain yang jauh lebih tipis daripada jenis lain untuk memenuhi fungsi yang dimaksud.
Itu tadi beberapa profil atau jenis atap baja ringan yang cocok digunakan untuk bangunan tahan gempa. Percayalah, ketika Anda menggunakan profil yang tepat, dijamin struktur bangunan bakal semakin kokoh sekaligus tahan goncangan.