Perbandingan Antara Plafon Gypsum, Triplek, dan Eternit

Ada banyak jenis bahan dasar plafon yang bisa digunakan untuk penutup langit-langit rumah. Mulai dari plafon gypsum, asbes, triplek, eternit, dan lain sebagainya. Namun kali ini, kita akan bicara soal perbandingan antara gypsum, triplek, dan eternit yang memang sering digunakan masyarakat Indonesia sebagai komponen plafon untuk bangunan rumah tinggal

Sebenarnya, ketiga bahan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Tentu saja, semuanya tergantung dari kualitas yang dikehendaki oleh sang pengguna. Nah, berikut ini kita akan mengurai beberapa hal paling mendasar tentang plafon gypsum, triplek, dan juga eternit untuk dijadikan bahan perbandingan.

Fungsi umum plafon gypsum, triplek, dan eternit

Pada dasarnya, plafon memiliki banyak fungsi yang bisa membuat suatu bangunan terasa lebih nyaman untuk dihuni. Adapun fungsi dari plafon gypsum, triplek, maupun eternit di antaranya:

  • Menghalangi debu yang berasal dari bagian rangka atap bangunan agar tidak jatuh langsung ke lantai sehingga mengotori seluruh area bangunan. Dengan kata lain, plafon membuat bangunan jadi lebih aman dari debu dan kotoran sehingga Anda tak perlu membersihkannya setiap saat.
  • Meningkatkan nilai estetika arsitektur bagian atap bangunan supaya lebih enak dipandang dan nyaman dihuni.
  • Memberikan kesan mendalam pada suatu ruangan berdasarkan tema atau konsep yang dikehendaki.
  • Menutupi konstruksi rangka dari atap secara keseluruhan sehingga terlihat lebih rapi bila dipandang dari ruangan di bawahnya.
  • Memberi rasa aman untuk semua penghuni dari segala bentuk gangguan, seperti tikus atau hewan pengganggu lainnya.
  • Membantu meredam suara agar ruangan tidak bising karena polusi yang ada di luar area rumah.
  • Menambah kesejukan di dalam ruangan, baik secara alami ataupun dengan bantuan penyejuk udara.

Perbandingan antara plafon gypsum dan triplek

Berikut ini sejumlah perbandingan antara material gypsum dan triplek ketika dijadikan plafon suatu bangunan.

  • Jika dilihat dari sisi harga, triplek berukuran 4 mm relatif lebih murah ketimbang plafon gypsum.
  • Proses pengerjaan plafon triplek jauh lebih mudah.
  • Gypsum dan triplek sama-sama rentan terhadap air sehingga Anda harus memastikan terlebih dulu bahwa kondisi atap sudah aman dari segala risiko kebocoran.
  • Material gypsum jauh lebih gampang dirawat. Jika terjadi kerusakan di suatu bagian, Anda cukup menggantinya.
  • Setiap jenis plafon tersebut membutuhkan keahlian khusus dari tenaga ahli yang sebaiknya Anda sesuaikan juga dengan bidang masing-masing.
  • Plafon berbahan dasar gypsum cenderung lebih rapi karena gampang dibentuk menjadi beragam pola dan tidak akan terlihat sambungannya.

Perbandingan antara plafon gypsum dan eternit

Setelah mengetahui perbandingan antara gypsum dan triplek, maka selanjutnya Anda juga harus tahu apa saja perbandingan gypsum dan eternit seperti berikut ini.

  • Proses pemasangan atau pengerjaan plafon berbahan dasar eternit atau asbes jauh lebih gampang sekaligus cepat.
  • Eternit sangat mudah didapatkan di berbagai toko bangunan.
  • Eternit jauh lebih gampang diperbaiki saat terjadi kerusakan daripada gypsum.
  • Plafon eternit memiliki bobot yang lebih ringan. Dengan demikian, Anda tak membutuhkan rangka atap terlalu kuat.
  • Bila dibandingkan, plafon eternit lebih mudah mengalami kerusakan karena kurang tahan akan benturan langsung.
  • Membutuhkan kehati-hatian ekstra ketika memasang plafon eternit supaya tidak patah ataupun rusak.
  • Plafon gypsum bisa dipasang menggunakan rangka atap berbahan besi hollow ataupun kayu yang dilengkapi alat penyambung dari rivet maupun sekrup.

Demikian tadi ulasan mengenai perbandingan antara plafon gypsum, triplek, dan eternit. Tak perlu bingung menentukan material mana yang terbaik, pastikan saja Anda memilihnya sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran.