Saat ini, plafon gypsum telah banyak digunakan di berbagai jenis bangunan. Bahkan, banyak juga yang menggunakan gypsum sebagai sekat atau partisi ruangan sebagai pembeda antara ruang satu dan lainnya. Meski pembuatan sekat berbahan gypsum bisa diaplikasikan secara mandiri, tetapi jika dilakukan sembarangan justru membuat nilai estetikanya jadi berkurang. Bahkan ada kemungkinan roboh.
Ada banyak keunggulan yang dimiliki oleh plafon gypsum sehingga membuat tak sedikit orang yang akhirnya memilih menggunakannya supaya rumah terlihat sempurna. Salah satunya adalah ketahanannya terhadap api sehingga tak mudah terbakar. Di samping itu, gypsum yang sebenarnya rentan benturan bisa diperbaiki dengan mudah.
Plafon gypsum juga dijual dalam beragam warna dan model. Dengan begitu, Anda bisa mengaplikasikannya untuk berbagai konsep interior maupun eksterior hunian.
Untuk proses pemasangan rangka, plafon gypsum harus menggunakan rangka yang terbuat dari besi hollow. Bisa juga dengan rangka kayu yang diperkuat lagi dengan sekrup ataupun paku. Apabila ada bagian plafon yang mengalami kerusakan ataupun retak rambut, cukup diperbaiki menggunakan dempul.
Trik mencegah jamur dan kebocoran pada plafon gypsum
Demi mencegah tumbuhnya jamur, kebocoran, hingga warna kusam pada plafon gypsum, ada beberapa hal yang patut Anda lakukan terlebih dulu. Di antaranya sebagai berikut:
- Sebelum proses pemasangan atau pembangunan rumah, pastikan bagian atap tidak bocor.
- Pilih gypsum jenis water resistant supaya plafon tak cepat berjamur dan awet meski harganya cenderung lebih mahal bila dibandingkan material plafon lain.
- Apabila struktur atap bangunan menggunakan plat jenis beton, maka Anda harus menambahkan waterproofing. Tujuannya agar tidak terjadi kebocoran.
- Berbeda halnya jika struktur bangunan dibuat dari rangka material kayu dilengkapi penutup genteng. Anda perlu memberi pengaman tambahan berupa plastik tebal atau lapisan triplek agar genangan air tidak merusak plafon gypsum.
- Pilih jenis cat minyak untuk melindungi gypsum.
Langkah mudah mengatasi lubang pada plafon gypsum
Hampir di setiap bangunan selalu menggunakan plafon untuk sekadar membatasi tinggi di suatu ruangan. Seperti yang telah disebutkan, plafon terdiri dari banyak jenis. Di antaranya seperti PVC, kayu, gypsum, GRC, dan lain sebagainya. Namun, plafon gypsum menjadi yang paling sering digunakan.
Pasalnya, gypsum lebih gampang ditemukan di pasaran dan dijual dengan harga relatif terjangkau. Bukan itu saja, pengaplikasian gypsum juga termasuk mudah. bahkan, Anda bisa lho memperbaiki plafon berbahan dasar gypsum secara mandiri tanpa membutuhkan keahlian khusus. Jadi, Anda tak perlu panik ketika gypsum di rumah tiba-tiba mengalami kerusakan ataupun berlubang.
Lantas, seperti apa sih cara memperbaiki plafon berbahan dasar gypsum tanpa repot?
Mempersiapkan alat yang dibutuhkan
Langkah pertama yang patut Anda lakukan adalah menyiapkan papan gypsum, compound, rangka kayu atau metal yang telah dipotong, cat, amplas, dan sekrup. Kemudian, siapkan juga peralatan lainnya. Mulai dari meteran, bor, kuas cat, dan pisau atau cutter.
Memulai proses pengaplikasian plafon
Setelah semua alat dan bahan siap, selanjutnya adalah merapikan sekaligus meratakan pinggiran plafon yang mengalami kerusakan. Kemudian, ukur besar lubang yang akan Anda tutup menggunakan papan gypsum yang baru.
Lalu, potong papan tersebut sesuai ukuran yang dibutuhkan. Pasang rangka kayu ataupun metal tepat di atas plafon untuk dijadikan penyangga. Anda juga bisa membuat penyangga dari beberapa potongan gypsum. Rekatkan saja potongan tersebut menggunakan compound.
Jika sudah, siapkan beberapa potong gypsum lain yang telah diukur, oleskan compound dan rekatkan pada keseluruhan penyangga atap. Tambahkan sekrup untuk memperkuat. Nah, setelah papan gypsum merekat sempurna, oleskan lagi compound pada bagian luar dan tunggu kering sebelum diamplas.
Demikian tadi beberapa trik yang bisa Anda coba untuk mencegah plafon gypsum berjamur atau mengalami kebocoran beserta cara perbaikan yang benar. Semoga bermanfaat.