Atap baja ringan menjadi salah satu pilihan terfavorit sebagian besar masyarakat Indonesia dalam urusan konstruksi atap bangunan. Tentu saja, hal tersebut tak lepas dari beragam keunggulan material baja ringan jika dibandingkan dengan material konvensional lain.
Keunggulan konstruksi atap baja ringan pada bangunan
Tak sedikit orang yang kemudian bertanya-tanya, apa sih kelebihan atau keunggulan dari konstruksi atap baja ringan sampai sedemikian populer? Nah, berikut ini jawaban untuk Anda.
Atap baja ringan dibekali kekuatan tarik luar biasa
Salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh baja ringan adalah bobotnya. Artinya, bobot dari konstruksi semacam ini bisa memudahkan proses pemasangan ataupun transportasi ketika hendak membangun rumah atau gedung tertentu.
Bobot yang super ringan beserta potensi dari beban mati relatif kecil, tak akan mengurangi jumlah kekuatan tarik pada baja ringan. Inilah yang kemudian membuat konstruksi atap baja ringan sangat cocok dijadikan struktur penyusun desain atap, khususnya konstruksi yang membutuhkan bentang cukup lebar.
Atap baja ringan dilengkapi konsistensi bentuk cukup tinggi
Mengingat baja ringan merupakan produk buatan dari pabrik, tak heran jika material satu ini memiliki konsistensi bentuk, mutu, dan kualitas. Alhasil, baja ringan mampu menciptakan struktur cukup presisi saat digunakan untuk membangun ataupun merenovasi bangunan.
Atap baja ringan anti keropos dan lebih tahan lama
Keunggulan lain yang bisa Anda dapatkan dari penggunaan konstruksi rangka baja ringan adalah ketahanan yang sangat kuat. Dengan demikian, Anda tak usah khawatir lagi akan serangan rayap atau pusing karena material yang gampang rapuh dan keropos. Bukan itu saja, perawatan material satu ini dinilai sangat hemat dan mudah jika dibandingkan jenis konstruksi lain.
Atap baja ringan bebas dari karat
Walaupun dibuat dari bahan dasar metal, konstruksi material baja ringan ini terbukti berdaya tahan akan karat. Inilah yang kemudian membuat baja ringan cenderung bisa didaur ulang atau digunakan lagi ketika tak terpakai.
Atap baja ringan membantu menghemat waktu
Mengingat bobotnya yang sangat ringan dan juga bentuk konsisten sekaligus presisi, tak heran jika proses pemasangan atau instalasi konstruksi material ini jadi jauh lebih cepat. Apalagi, proses penyambungan setiap bagiannya tergolong mudah. Sebab, telah dibekali baut dan keling sehingga tak ada lagi kata sulit saat memasangnya.
Simulasi penghitungan biaya untuk konstruksi atap baja ringan
Dengan beragam keunggulan yang ditawarkan oleh material baja ringan di atas, lantas bagaimana soal biaya pengadaannya?
Menghitung luas atap secara keseluruhan
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menghitung total luas atap bangunan. Hal ini bisa Anda ketahui dari panjang dan lebar bangunan tersebut.
Contohnya, Anda memiliki rumah dengan ukuran panjang 15 m dan lebar 10 m. Kemudian pertimbangkan overstack di sekeliling rumah. Umumnya, overstack ini hanya sebesar 0,5 m dengan kemiringan atap sekitar 30o.
Setelah selesai, segera hitung luas atap rumah sebagai berikut:
Jadi, luas dari atap rumah tersebut adalah 152,416 m2.
Menghitung perkiraan biaya pengadaan dan pemasangan rangka atap material baja ringan
Setelah Anda selesai menghitung luas dari atap bangunan, maka langkah selanjutnya adalah menghitung berapa besar biaya konstruksi rangka baja ringan ini sesuai luas bangunan. Jadi pastikan, Anda telah mengetahui perkiraan harga baja tersebut per meter persegi. Biasanya, harga konstruksi rangka baja ringan ini sekitar Rp 150 ribu per meter hingga Rp 250 ribu per meter. Kemudian, kalikan saja harga tersebut dengan luas keseluruhan atap bangunan.
Berikut rumusnya:
= Rp 22.862.400.
Jadi, dana yang Anda butuhkan untuk membuat atap baja ringan pada atap bangunan seluas 152,416 m2 adalah sebesar Rp 22.862.400.
Dari segala kelebihan dan harganya yang sangat bersaing, apakah Anda cukup tertarik untuk menggunakan material ini sebagai konstruksi rangka atap baja ringan pada rumah idaman?