Siapa sangka, material baja ringan kerap dianggap sebagai penemuan terbaru sekaligus terpopuler di bidang konstruksi. Menariknya, material satu ini juga dinilai mampu mengalahkan segala keunggulan yang ditawarkan material kayu maupun baja konvensional.
Tentu saja hal tersebut tak mengherankan, karena memang atap baja ringan dibuat dengan beberapa kelebihan. Di antaranya adalah bobot yang tak sampai 10 kg/m2. Itulah sebabnya, baja ringan jadi lebih gampang diaplikasikan pada bangunan apapun. Bukan itu saja, baja ringan juga dilengkapi sistem sambungan sederhana alias jauh dari kesan rumit.
Sementara keunggulan lain yang ditawarkan dari penggunaan atap baja ringan adalah ketahanannya. Sebab, baja ringan tidak akan berkarat dan mampu menghadapi berbagai jenis cuaca ekstrem jika dibandingkan dengan baja konvensional ataupun atap kayu.
Tips memilih material baja ringan paling berkualitas
Meski saat ini ada banyak brand baja ringan yang dijual di pasaran, Anda tak bisa memilihnya sembarangan. Perhatikan juga beberapa poin di bawah ini agar Anda mendapatkan material atap baja ringan paling berkualitas untuk hunian kesayangan.
Pilih baja ringan sesuai jenis atap bangunan
Selain beberapa keunggulan yang telah disebutkan di atas, baja ringan juga bisa disesuaikan dengan beragam jenis atap. Di samping itu pula, baja ringan memiliki bobot yang tak terlalu berat. Alhasil, para pekerja bisa lebih mudah saat melakukan pemasangan.
Akan tetapi, Anda tak boleh asal pilih. Pastikan, setiap material tersebut memiliki ketebalan yang sesuai dengan beban di atasnya. Jangan lupa juga untuk membuat jarak yang rapat saat memasang.
Jarak kerenggangan yang paling disarankan sekitar 1,5 m atau 150 cm. Tujuan dibuat jarak kerenggangan ini adalah supaya baja ringan mampu menopang keseluruhan atap dengan kokoh.
Pilih baja ringan sesuai jenis penutupnya
Bukan hanya menyesuaikan rangka baja ringan dengan jenis atapnya, Anda pun harus mempertimbangkan soal bahan penutup dari atap itu sendiri. Tentu saja, Anda juga bisa memilih jenis penutup sesuai keinginan. Apalagi, tak semua konstruksi menggunakan penutup berbahan logam.
Anda bebas menggunakan atap dari material keramik, kaca, beton, ataupun asbes. Namun jika penutup atap dari bangunan tersebut tergolong berat, sebaiknya pilih material atap baja ringan dengan kekuatan paling bagus.
Pastikan baja ringan yang dipilih memiliki kualitas sesuai standar
Tak sedikit orang yang mengaku kurang tahu seperti apa standar kualitas dari material atap baja ringan paling bagus. Perlu Anda ketahui, bahwa saat ini ada begitu banyak produk baja ringan.
Salah satu kualitas material baja ringan terbaik bisa Anda lihat berdasarkan standar tegangan tarikan yang dimiliki. Melalui standar nilai tersebut, Anda pun mampu mengetahui seberapa kokoh baja ringan mampu menopang atap suatu bangunan. Nilai terbaik yang harus dimiliki suatu produk baja ringan minimal 550 Mpa.
Selain itu, Anda juga harus memperhatikan nilai SAE baja ringan yang dipilih. Apabila material tersebut dibekali nilai material SAR Grade 980, maka baja ringan yang dimaksud dibuat dengan uji kualitas yang nyaris sempurna.
Kemudian, ketahui juga soal lapisan atau coating anti karat dari baja ringan yang dipilih. Untuk urusan satu ini, sebaiknya pilih jenis galvalume. Sebab, galvalume memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap karat.
Pastikan produk atap baja ringan dilengkapi jaminan garansi
Faktor penentu yang bisa Anda jadikan patokan ketika ingin memilih baja ringan paling berkualitas adalah jaminan garansi. Sebab, salah satu ciri produk berkualitas adalah dibekali garansi resmi.
Nah, demikian beberapa poin penting untuk Anda sebelum memilih material atap baja ringan paling berkualitas. Jadi, jangan bingung lagi ya!